Catatan Harian #PhDJomblo (4): Apa Iya Post-Strukturalisme mengantarkan kita pada “Masyarakat Pasca-Kebenaran”?

Salah satu pertanyaan yang merebak di era ‘post-truth’ ini adalah: apakah kita perlu menyalahkan ‘post-modernisme’ (dan dalam konteks yang sedikit lebih luas) ‘post-strukturalisme’ sebagai tersangka munculnya era ini? Baru-baru ini, dalam satu artikelnya di Jurnal Critical Studies on Security, Rhys Crilley dan Precious Chatterje-Doody dua ilmuwan dari Manchester, memberikan jawaban: tidak juga. Masalahnya adalah kita sering keliru mengidentifikasi post-strukturalisme dan post-modernisme sebagai kerangka berpikir ‘anti-kebenaran’ atau mengabsurdkan apa yang sering dianggap sebagai ‘common sense’ dalam studi sosial politik. Sebagaimana diutarakan oleh Rhys dan Precious, post-strukturalisme justru relevan untuk mengkritik rezim-rezim post-truth karena mereka ingin menciptakan rezim kebenaran baru yang, sayangnya, anti-sains dan anti-‘keberagaman’.

Lha, kok bisa? Ya bisa saja. Ini karena sebetulnya argumen-argumen “post-truth” (semacam, misalnya, “Bumi Datar” atau penolakan tentang Global Warming) juga bukan argumen post-strukturalisme. Justru, mereka mengingatkan bahwa hal-hal semacam itu terjadi dan adalah tugas dari sains dan ilmu pengetahuan untuk senantiasa berpikir kritis terhadap hal-hal semacam itu. Continue reading “Catatan Harian #PhDJomblo (4): Apa Iya Post-Strukturalisme mengantarkan kita pada “Masyarakat Pasca-Kebenaran”?”

Catatan Harian #PhDJomblo (3): Hiking di Brisbane dan Sheffield

Syahdan, Queensland katanya terkenal dengan pantai-pantainya yang (katanya) menawan. Tapi entah mengapa, saya tetap suka hiking. Ini hobi yang mulai saya gemari ketika di Sheffield. Maklum, Sheffield bisa dibilang kota yang tidak terlalu besar (besar sih, tapi City Centre-nya kecil). Tidak sebesar City Centre Brisbane yang ramai dan banyak orang lalu-lalang. Tapi Sheffield punya sisi indah yang lain – Peak District. Nah, ini yang bikin saya, entah kenapa, jatuh hati dan susah move on dari kota ini.

Nah, apakah di Brisbane ada tempat hiking semacam Peak District bagi orang yang ndak begitu suka mendaki gunung yang terlalu tinggi kayak saya (halah) tapi ingin menikmati indahnya suasana alam? Ada beberapa spot yang ketika baru saja datang langsung saya cari. Memang tidak seindah Edensor dan Castleton di Peak District, yang bisa dinikmati bersama Yorkshire Tea sebelum naik ke Mam Tor atau Baslow Edge yang tinggi. Tapi setidaknya bisa mengobati kerinduan dengan alam (catatan: saya malah ndak banyak jalan-jalan ketika di Indonesia. hahaha).  Continue reading “Catatan Harian #PhDJomblo (3): Hiking di Brisbane dan Sheffield”