Catatan Harian #PhDJomblo (5): Fase “Langit Biru”

Alhamdulillah, sudah tepat dua bulan saya berada di Univesity of Queensland. Sudah beberapa gajian saya lalui. Sudah beberapa kali juga bertemu supervisor, dan sudah beberapa Workshop juga dilalui bersama Direktur Pascasarjana dan mahasiswa-mahasiswa Doktoral yang lain. Kini tinggal menuntaskan satu milestone atau capaian yang mesti saya tuntaskan di sini: Confirmation Review.

Masa2 ini, menurut pak Supervisor, adalah masa-masa “blue sky”, dimana kita menyusun “awan” kita sendiri di langit yang biru. Oh ya, saya harus disclaimer dulu: sebelum sampai ke UQ (tepatnya, ketika mendaftar), kita diharuskan untuk menulis proposal penelitian, yang kita kirimkan ke Direktur Pascasarjana sebelum kemudian didistribusikan ke dosen-dosen yang tertarik dengan riset saya. Dua hari kemudian, supervisor saya membalas dan memberikan beberapa respons. Saya membalas satu bulan kemudian dan dia langsung setuju, saya akhirnya mendaftar secara formal dan lima bulan kemudian dinyatakan diterima, lengkap dengan beasiswanya.

Eh, tapi, tunggu dulu. Sudah diterima bukan berarti proposal kita bisa langsung terus. Awal Februari kemarin, saya bertemu dengan Bapak Supervisor dan beliau langsung bilang begini, “ya, saya tau kalau mahasiswa sedang menulis proposal, mereka biasanya menulis terburu-buru. Jadi, biasanya beberapa bulan pertama, mahasiswa akan berada dalam fase “langit biru”, entah mereka mungkin akan terus dengan proposa dan ide yang sudah mereka tawarkan, atau malah berubah. Jangan takut, keduanya oke kok”.  Continue reading “Catatan Harian #PhDJomblo (5): Fase “Langit Biru””