Ahmad Rizky Mardhatilah Umar: Tarbiyyah yang Dikembangkan PKS Sudah Mentok

Wawancara di Indoprogress, 19 Desember 2014. Untuk versi yang ‘asli’, silakan rujuk ke https://indoprogress.com/2014/12/ahmad-rizky-mardhatilah-umar-tarbiyyah-yang-dikembangkan-pks-sudah-mentok/

Silakan dinikmati, sambil ngopi atau ngeteh saja ya, jadi tidak serius-serius amat! Hehehe.

MEMBICARAKAN Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tanpa menyebut keberadaan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), adalah abai sejarah. KAMMI, yang didirikan di Malang pada 29 Maret 1998 ini, merupakan jantungnya PKS. KAMMI adalah embrio PKS dan sekaligus wadah pencetak kader-kader PKS.

Dari hubungan seperti itu, tak terhindarkan anggapan bahwa garis politik dan ideologi PKS dengan sendirinya merupakan garis politiknya KAMMI. Bagaimana PKS memandang hubungan Islam dan Negara, terefleksi dalam pandangan KAMMI juga. Demikian pula, ketika KAMMI melakukan aksi-aksi politik yang konkret, hal itu dibaca sebagai bagian dari proyek politik PKS. Ketika KAMMI menolak kebijakan pemerintah yang memangkas subsidi BBM, maka hampir dipastikan itu merupakan turunan dari kebijakan PKS. Independensi gerakan adalah barang langka buat KAMMI.

Tetapi, pandangan umum yang sudah dianggap sebagai kebenaran ini, tidak sepenuhnya benar. Sebuah penelusuran yang lebih detil menunjukkan bahwa KAMMI bukanlah sebuah organisasi yang monolitik. Walaupun terbilang kecil, dalam tubuh KAMMI kini muncul sebuah gerakan pembaruan yang menyebut dirinya KAMMI Kultural, yang mencoba membawa pesan-pesan yang berbeda dengan anggapan umum selama ini terhadap KAMMI: tentang independensi KAMMI dari PKS, tentang kebebasan akademik, dan soal pluralisme dan toleransi. Untuk mengetahui perkembangan menarik ini, r IndoPROGRESS, berbincang-bincang dengan Ahmad Rizky Mardhatilah Umaraktivis KAMMI Kultural dan Tia Pamungkaspengajar di jurusan Sosiologi Universitas Gadjah Mada dan peneliti gerakan Tarbiyyah. Berikut petikannya: Continue reading “Ahmad Rizky Mardhatilah Umar: Tarbiyyah yang Dikembangkan PKS Sudah Mentok”