Gerakan Indonesia Membaca (Tanpa Buku)?

ImagePada gelaran Mukernas KAMMI sepekan silam, ada satu acara yang ‘disisipkan’ di sela-sela acara: Deklarasi Gerakan Indonesia Membaca. Diinisiasi oleh Anggota MPP KAMMI dan dideklarasikan oleh Gubernur Jawa Barat bersama Ketua Umum PP KAMMI, acara ini digelar di Gedung Merdeka, Bandung, tempat Konferensi Asia Afrika dulu dilaksanakan.

Sekilas, acara ini berlangsung cukup seru. Tapi ada satu hal menarik yang bisa ditarik oleh para peserta: acara ini tak lebih dari sekadar deklarasi politik. Tidak ada buku yang dibedah atau dijual di sini. Alih-alih mendapatkan galeri buku dengan tema menarik, peserta justru disuguhi oleh rangkaian pidato dan penandatanganan spanduk, lalu ditutup dengan peniupan terompet. Persis seperti seremonial kenegaraan yang sering dilakukan ketika 17 Agustus. Continue reading “Gerakan Indonesia Membaca (Tanpa Buku)?”

Komodifikasi Gerakan Mahasiswa

The first chief function of money is to supply commodities with the material for the expression of their values, or to represent their values as magnitudes of the same denomination, qualitatively equal, and quantitatively comparable” (Capital I)

Komodifikasi

ImageSejak awal mula pertumbuhannya, Kapitalisme selalu didasarkan atas proses transformasi ‘Komoditas’ menjadi ‘Uang’. Proses tersebut kemudian dikenal sebagai ‘komodifikasi’. Ada dua cara untuk melihat nilai suatu komoditas. Pertama, ‘nilai-guna’, di mana komoditas diubah menjadi uang tetapi uang itu digunakan untuk membuat komoditas lagi. Secara matematis, kita bisa membahasakannya dalam sebuah formula: C-M-C’. Kedua,‘nilai-tukar’, di mana komoditas diubah menjadi uang tetapi uang itu dipertukarkan sehingga menghasilkan lebih banyak uang. Bahasa matematikanya adalah: M-C-M’.  Continue reading “Komodifikasi Gerakan Mahasiswa”

Tegal Kurusetra dan Perdagangan Bebas

(1)

bimaPertemuan WTO di Bali telah melahirkan Bali Package, menandai era baru Perdagangan Bebas yang semakin inklusif –dengan semakin teknisnya format liberalisasi yang ada. Paket Bali meliputi fasilitasi perdagangan dan kesepakatan-kesepakatan di bidang pertanian. Pemutusan hambatan tariff dan biaya perdagangan, seperti biasa, disepakati. Mereka juga, kabarnya, meng-address, masalah keamanan pangan dalam perdagangan bebas.

Persoalannya, apa yang ada di balik kesepakatan-kesepakatan itu? Bagaimana para penstudi Hubungan Internasional meng-address masalah ini? Mungkin ada baiknya kita ambil jalan memutar dengan menggunakan metafor lakon pewayangan yang mungkin sering kita lihat di pementasan kampung atau orang mantenan. Continue reading “Tegal Kurusetra dan Perdagangan Bebas”

Tariq Ramadan

Jurnal KAMMI Kultural, 23 Desember 2013
 
ImageAnda anak KAMMI dan dianggap bandel hanya gegara tidak mencoblos pilihan syuro di Pemira Kampus? Jangan patah semangat. Mungkin cerita di bawah ini bisa sedikit menghibur. 
 
Pada tahun 1954, seorang wanita -dan keluarganya- harus dihadapkan pada sebuah pilihan sulit. Beberapa tahun sebelumnya, ayahnya dibunuh dan teman-teman ayahnya harus berhadapan dengan rezim militer yang baru saja terbentuk. Insiden percobaan pembunuhan sang Jenderal Militer membuatnya tak punya pilihan lain: masuk penjara atau keluar dari Mesir. 
 
Ia kemudian memilih yang kedua. Continue reading “Tariq Ramadan”