Tamjid dan Hidayat

Ini semacam peringatan bagi urang banjar yang mau jadi pemimpin tahun 2014 -entah Hubnur, Bupati, Caleg, Pambakal, atau Ketua RT sekalipun.

Dalam sejarahnya, Kesultanan Banjar punya dua raja terakhir: Tamjidillah dan Hidayatullah. Keduanya adalah putera dari Sultan Adam, raja Banjar yang terkenal dengan Undang-Undangnya. Penelitian Ita Syamtasiah Ahyat mencatat: Tamjid sebetulnya adalah putera selir. Ia bukanlah orang yang ditakdirkan jadi Raja Banjar. Pertama, karena ia bukanlah putera permaisuri (yang lazim jadi raja). Kedua, karena wasiat dari Sultan Adam sama sekali tidak menunjuk dirinya jadi raja; yang ditunjuk justru adalah cucunya, putera dari Sultan Muda Abdurrahman, yaitu Pangeran Hidayatullah.

Singkat cerita, Sultan Adam meninggal dan, sebagaimana beberapa kali terjadi, menyisakan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menjadi raja. Continue reading “Tamjid dan Hidayat”

Datu Kalampayan dan Ilmu Sosial Banjar

ImageSyekh Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan) boleh meninggal dunia tiga abad silam. Akan tetapi, warisan yang beliau tinggalkan masih tetap tersimpan hingga kini.

Kapasitas Syekh Arsyad sebagai seorang ulama besar di tanah Banjar sudah tak bisa dipungkiri lagi. Setiap tahun, haul beliau selalu ramai diperingati oleh ribuan umat Islam baik dari tanah Banjar hingga luar pulau.  Dengan berbagai kitab yang beliau tulis, serta tradisi pesantren yang beliau wariskan dari Dalam Pagar, tak ada yang meragukan ke-ulama-an beliau.

Namun, kapasitas beliau sebagai seorang ilmuwan –atau pemikir Muslim— tak banyak diungkap. Syekh Arsyad terkenal tidak hanya sebagai seorang mufti yang mengeluarkan fatwa bagi kerajaan. Beliau juga mewariskan banyak sekali kitab yang mencerminkan khazanah intelektual yang beliau kembangkan. Kitab-kitab beliau memang  lebih banyak berkutat pada cabang-cabang ilmu agama, seperti fiqh, tasawuf, atau ushuluddin. Continue reading “Datu Kalampayan dan Ilmu Sosial Banjar”