Catatan Harian #PhDJomblo (6): Islam Berkemajuan ala Al-Tahir Ibn Ashur

Kemarin (dan sepertinya dalam beberapa bulan ke depan), saya membaca kitab klasik dari Syaikh Al-Tahir Ibn Ashur yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Treatises on al Maqasid al-Shari’ah. Bukunya agak tebal, dan dimensi fiqh-nya sangat terasa. Maklum, Ibn Ashur adalah seorang ulama Fiqh di awal abad ke-20. Beliau berasal dari Tunisia dan sempat berinteraksi dan, secara tidak langsung, menjadi “murid” dari Muhammad ‘Abduh, Syaikhul Azhar kenamaan itu.

Nama Ibn Ashur memang tidak begitu terkenal di Indonesia – mungkin karena pendekatan fiqh beliau yang sangat jelas coraknya sebagai fuqaha Mazhab Maliki. Plus, bisa jadi, karena gagasan-gagasan pembaharuan keagamaan yang hadir di Indonesia ditransmisikan melalui Syaikh Rashid Rida’ melalui Tafsir Al-Manarnya, dan tidak banyak menghadirkan Ibn Ashur dan pemikiran-pemikiran keagamaanya. Belakangan, saya mengenal Ibn Ashur ketika membaca buku Muhammad Yasir ‘Audah (ofisialnya adalah Jasser Auda hehehe) tentang Maqasid Al-Shariah, yang sedikit banyaknya merujuk pada kajian luar biasa Ibn Ashur tentang Maqasid (selain, tentu saja, Imam Asy-Syathibi yang sudah terlebih dulu menulis tentang Maqasid Al-Shariah). Continue reading “Catatan Harian #PhDJomblo (6): Islam Berkemajuan ala Al-Tahir Ibn Ashur”